Terdengar menyeramkan, saya juga merasa demikian pada awalnya. Tapi hari itu, tanpa rencana sebelumnya, saya memutuskan untuk ikut dengan tim klinik VCT yang akan Mobile ke Lokalisasi yang letaknya tidak jauh dari RSUD Arifin Achmad. Kegiatan penyuluhan seperti ini biasa kami lakukan setidaknya satu kali dalam tiap bulannya. Sejak saya bekerja di klinik ini, Januari 2009 lalu, ini merupakan pertama kalinya tim Mobile VCT mendatangi lokalisasi tersebut.
Saya sebenarnya merasa sangat deg-degan menghadapi keadaan yang akan saya saksikan disana. Tapi nyatanya, setelah sampai disana. Tak ada yang berbeda, semua tampak seperti layaknya perumahan biasa, tempat penduduk menengah ke bawah tinggal.
Kalo di ujung jalan sebelum perkampungan ini tidak ada tulisan, "Selamat Datang di Teleju", mungkin saya juga tidak akan tahu bahwa tempat ini adalah Lokalisasi.
Berada disana, saya merasa prihatin sekaligus miris. Karena banyak diantara para Pekerja Seks ini yang terjebak di pekerjaan ini. Mereka diiming-imingi akan mendapat gaji besar, bekerja di restaurant besar, dsb.
Ini membuat saya berpikir, bagaimana perasaan mereka harus 'melayani' pria-pria hidung belang ini? Bagaimana perasaan anak-anak mereke jika tahu uang yang mereka terima tiap bulan adalah hasil dari pekerjaan sekotor ini?
Saya jadi ikut merasa sedih, sebagai wanita, terkadang mereka tidak punya pilihan. Mereka umumnya janda atau telah ditinggal oleh suami mereka yang tak bertanggung jawab. Sementara anak-anak mereka butuh banyak dana untuk sekolah dan kebutuhannya.
Saya sempat bertanya pada satu diantara mereka:
Z: Udah berapa lama disini mba'?
WPS: Sudah 4,5 bulan mba'.
Z: Wah masih baru banget ya mba'. Memangnya keluarga mba' dimana?
WPS: di Bandung
Z: Trus kenapa mba' mau kerja disini? diajak siapa?
WPS: Diajak temen mba', katanya mau diaksih kerjaan di Restoran besar (sambil tersenyum miris)
Z: Waduh, tapi ternyata temennya bawa ke sini.. (sambil geleng-geleng kepala, prihatin) Trus, gak mau pulang ke Bandung lagi aja mba?
WPS: Iya, rencananya 1,5 bulan lagi, begitu kontraknya habis, saya langsung pulang.
Z: OOoh...(sambil bersyukur dalam hati)
See, dia terjebak, oleh teman yang tega merusak teman sendiri. Apa ini bisa dikategorikan teman? Saya rasa Anda bisa menjawab sendiri...
Tampilkan postingan dengan label HIV/AIDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIV/AIDS. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 April 2009
Sabtu, 18 April 2009
AIDS and HIV
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV;[1] atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.[2][3] Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.[2][3] Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Kamis, 16 April 2009
Welcome!
Selamat datang di blog saya...
Disini saya akan share pengalaman saya bekerja di lingkungan ODHA dan OHIDA...
Mungkin ada yang bingung, well let's just start...
ODHA adalah Orang Dengan HIV/AIDS, sedangkan OHIDA adalah Orang yang Hidup Dengan Penderita HIV/AIDS.
OHIDA bisa meliputi keluarga, teman, orang-orang yang tinggal satu atap dengan ODHA.
Well, selamat membaca yaa...
Disini saya akan share pengalaman saya bekerja di lingkungan ODHA dan OHIDA...
Mungkin ada yang bingung, well let's just start...
ODHA adalah Orang Dengan HIV/AIDS, sedangkan OHIDA adalah Orang yang Hidup Dengan Penderita HIV/AIDS.
OHIDA bisa meliputi keluarga, teman, orang-orang yang tinggal satu atap dengan ODHA.
Well, selamat membaca yaa...
Langganan:
Postingan (Atom)
